Pangeran Antasari Berjambang

Sep 12, 2014

Pagi ini Ibu menyuruhku untuk membeli sayuran dan gorengan. Uang yang beliau berikan adalah beberapa uang seribuan dan dua ribuan yang bisa dikatakan cukup lepek. Aku terima begitu saja lalu langsung beranjak ke kedai makanan di dekat rumah.

Pagi ini (bagi sebagian orang udah siang banget), kedai itu cukup sepi. Aku bisa langsung memesan sayuran. Waktu aku mau membayarkan uangnya, aku hitung lagi untuk memastikan uangnya pas. Rupanya pada saat itu aku mendapati kalau salah satu uang dua ribuannya ada yang beda; gambar Pangeran Antasarinya diedit pakai pulpen oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. (semacam di tambahi brewok dan kaca-mata).

Aku tersenyum, nyaris tertawa kecil.

Lucu. Aku ingat dulu waktu masih sekolah juga suka mencoret-coret foto tokoh yang ada di buku. Kadang aku pakaikan sun-glasses, kadang aku tambahin kumis biar macho, dan sebagainya. Biar gaul, lah. Terlepas dari benar atau salah, etis atau tidak, kreativitas harus diekspresikan--namanya juga anak-anak.

Soal menghargai tokoh pahlawan, aku kira tidak terlalu ada hubungannya dengan itu. Lebih baik suka "bersenang-senang" dengan foto pahlawan tapi kemudian membaca sejarahnya (atau sejarah tokoh lain) daripada tidak melakukan keduanya. Kita merawat lukisan-lukisannya dan memajang fotonya di dalam kelas tapi bahkan tidak tahu bagaimana perjuangan beliau-beliau itu. Sementara di luar kelas kita terus saja melakukan hal-hal yang bisa, kalau kata orang, membuat nangis arwah para pahlawan.

Yaaah, jadi bagiku tidak masalah bagi anak kecil untuk mencoret-coret gambar pahlawan. Poin penting dari menghargai pahlawan bukan itu, melainkan bagaimana kita mewarisi semangat perjuangannya.

Dan terima kasih untuk Adek yang telah memberikan jambang pada lukisan Pangeran Antasari yang kulihat pagi hari ini. Aku cukup terhibur haru dengan kreativitasmu, dan kenanganku dulu. :')


berikut ini hasil kreativitas yang saya dapat dari berbagai sumber:


Ini nggak tau yang nggambar umurnya berapa. Tapi sepertinya dia ngefans banget sama A7X, jadi berapapun umurnya, jiwanya jiwa rocker (y).

Adik-adik, tanpa dikasih kostum begitu, gambar ini sebenarnya juga udah gambar pahlawan (dan justru orang yang benar-benar pahlawan, bukan tokoh kartun atau komik). Wah ini anaknya mungkin terkena hegemoni asing tentang pengertian "superhero".

Memberikan eye-patch ala bajak laut seperti itu cukup mainstream juga untuk dilakukan. Di tambah pesan dan kesan plus tanda tangan di sampingnya. Aku curiga jangan-jangan anak ini kebanyakan ndengerin lagu galau.

Ini mungkin ngefans sama Ian Kasela, no further comment. :'D

Nah ini yang aku bilang tentang kumis dan kaca-mata tadi, ini anak mewakili sebagian besar pemikiran anak-anak. Begitu mainsteam.

0 comments:

Post a Comment