Langit Fajar

Jul 2, 2015

Pertama-tama marilah kita berterima kasih kepada Allah SWT yang telah memberikan langit fajar kepada hambanya yang tidak tidur lagi selepas sahur.

Konon bila kita ingin belajar ketabahan, kita bisa belajar dari langit fajar. Langit pada jam-jam subuh memberikan warna terbaik, perpindahan dari gelap menuju terang, perpindahan dari dinginnya dini hari menuju hangatnya sinar mentari. Pada saat-saat itu, matahari memberikan semburat sinar oranyenya kepada langit, dan warna abu-abu bercampur biru memberikan kekayaan warna yang hanya bisa dikalahkan oleh kuningnya langit senja.

Tapi senja tidak memberikan udara dan suhu yang segar seperti yang diberikan fajar. Senja tidak memberikan embun kepada tanaman yang selalu menantikannya. Embun memberi mereka harapan untuk hidup pada hari itu setelah sepanjang hari menahan polusi yang disebabkan aktifitas manusia. Langit fajar secara konsisten menurunkan air dari langit dan mengijinkan matahari untuk memberikan sinar pertamanya kepada semesta.

Langit fajar melakukan itu semua, setiap hari, tapi tidak semua manusia menyadarinya. Banyak manusia yang terlelap ketika langit fajar memberikan cintanya. Banyak manusia yang memilih bertahan dengan kehangatan selimutnya. Tapi toh langit fajar tetap setia pada titah yang diberikan kepadanya meski banyak manusia yang menganggap remeh. Langit fajar tetap pada ketabahannya terlepas dari berapa banyak manusia yang menerima atau menampik cintanya.

Karena dia percaya. Masih ada mereka yang menyadari cintanya dan setiap hari bersyukur telah menerimanya; para tumbuhan, serangga, rumput-rumput yang basah, dan para hamba yang mencintai-Nya.

Maka, ketika kau merasa cintamu bertepuk sebelah tangan, ingatlah langit fajar. Lalu keluarlah dari selimutmu, baik selimut yang menutupi tubuhmu saat tidur ataupun selimut masalah yang seperti tidak mau lepas darimu. Lalu bersujudlah. Kepada Pemilik Langit Fajarlah cintamu tidak akan bertepuk sebelah tangan. []

3 comments:

  1. jujur, gaya bahasamu itu bagus lho Cahyo.
    suka dengan caramu menghubungkan cinta dengan sang fajar.

    ReplyDelete
  2. Mas Pondra ini dari sejak aku awal ngeblog dan tulisanku awut-awutan sampai sekarang selalu mendukung. Makasih Mas.

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehe2 sama2 Cahyo
      berarti tulisannya dah berkembang ya. Dulu awut2an sekarang dah mulai tertata. :)

      Delete