: Nenek
Malam ini Nenek
menginap di rumah. Saat aku mulai menulis catatan ini, Nenek sedang makan malam
bersama Ibu. Magrib tadi, waktu aku berniat mengambil makan, Nenek kutanya: Nenek sudah makan? Beliau menjawab: Nenek kalau makan habis Isya kok.
Padahal malam ini Ibu habis Isya langsung diteruskan pengajian sampai sekitar
jam setengah sembilan.
Alhasil, saat
aku mulai menulis catatan ini, Nenek sedang makan malam bersama Ibu.
Masih
cerita saat Magrib. Setelah Magrib, seperti biasa Ibu membaca Al Qur’an. Waktu
itu aku sudah hampir selesai makan, dan Ibu menyusul kami duduk di ruang tamu.
Ibu mulai membaca beberapa ayat, dan Nenek kemudian mendekati Ibu sambil
berkata padaku: Biar Nenek dengarkan.
Karena
sudah tua, penglihatan Nenek pasti berkurang. Nenek kemungkinan besar sudah
tidak sanggup lagi rutin mengaji. Karenanya Nenek kemudian “cukup senang”
dengan hanya mendengarkan. Sekadar mendengarkan orang yang membaca Al Qur’an (seharusnya)
adalah hal yang luar biasa. Rasulullah SAW sendiri sangat gemar mendengarkan
bacaan Al-Quran dari orang lain—padahal Al-Quran itu sendiri diturunkan Tuhan
kepada beliau.